Menstimulasi anak yang mengalami afasia, dapat dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya:
- Dengan metoda visual misalnya membaca, melihat gambar, bermain yang visual, bernyanyi, bergerak, untuk membawa dan mendorong anak agar mampu berbicara.
- Mengenal berbagai logo-logo. Anak akan lebih cepat membaca melalui berbagai logo dan alfabhet.
- Ajari anak mulai dengan nama-nama anggota keluarga, papa, mama, adik, kakak, oma, opa, dan jelaskan melalui skema, gambar, foto, arti mama, dan arti papa, kakak dan adik.
- Manfaatkan berbagai perlengkapan yang bisa menjelaskan tentang figur-figur tadi (pakaian, sepatu, tas).
- Manfaatkan berbagai permainan seperti permainan memori untuk lebih mengenal dan mengulang kata-kata tersebut.
- Mengembangkan dengan pendekatan menggambar dan menulis. Apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh anak diharapkan dapat dikeluarkan melalui gambar, lukisan, dan cerita tertulis.
- Kata-kata penting yang dikenal anak dituliskan dalam sebuah kartu bersama gambar yang telah dibuat, dimasukkan ke dalam satu map, yang sewaktu waktu dapat dikembangkan lebih lanjut. Dengan begitu setiap saat akan dengan sendirinya berlatih. Menulis kata-kata tadi dapat menggunakan stempel ABC.
- Atau kita bisa juga menggunakan huruf magnit yang dapat kita letakkan dimana-mana (lemari es, dapur, ruang makan, ruang tamu.
sumber: Xavier Tan (red) (2005): Dysfatische Ontwikkeling, Theory – Diagnostiek – Behandeling, Suyi Publicaties – Amsterdam
Nice post, keep posting...
BalasHapusKunjungan balik ya... heheheheee
Shibss.. makasii.. (padahal masih ngutip lhoo..!)
BalasHapus